Aku nggak mungkin sesakit ini kalo dari dulu melepasnya..
Kata-kata di FTV ~well, cuma iseng nonton karena nggak ada kerjaan~ pagi tadi emang ada benernya.
"Dia udah terkunci di otak gue. Dan gue nggak bisa menghilangkan dia dari pikiran gue, karena nggak tahu kuncinya dimana!"
Cuplikan perkataan itu buat aku sadar, apa begitukah aku memperlakukanmu?
Haha, perlu tertawa sebentar lalu mendesah pelan..
Yang jadi pertanyaanku, apakah cinta itu tersimpan di otak?
Bukan di dalam hati?
Bah, siapa aku yang sampai pusing-pusing memikirkan hal itu.
Memikirkan dia saja udah buat kepala cenat-cenut.
Dan yang buat aku sampai sesakit ini adalah..
Sebenarnya bukan perkara yang sulit, tapi entah kenapa buat dada ini sesak bernapas.
Dia. Yang notabene cowok yang aku cinta
Ya, walaupun sudah lebih dari tiga tahun aku memendam rasa ini. Tuingg.. otakku langsung memutar lagu Vierra Rasa Ini..
Stop! Nggak ada hubungan dengan lagu itu sebenarnya. Lebih cucook lagu Seandainya, mungkin :'/
Ok, kembali..
Aku bukan cewek yang ngebet sampai harus "nembak" duluan. APA KATA DUNIA?!
Walaupun abad ini lagi ngtrend tentang emansipasi wanita, tapi helloo.. pernah kenal kata MALU dan HARGA DIRI?
Aku pernah, dan itu sangat mengerikan kalo sampai dilanggar.
Flashback, aku jadi inget wanti-wanti guruku tentang... cewek.
"Jangan sekali-kali cewek mengatakan cinta ke cowok. Itu hal yang tabu!"
Bahkan, guruku saja sudah mewanti-wanti seperti itu. Nggak boleh dilanggar lah, guru kan digugu lan ditiru :D
Oke, jadi aku harus menunggu oo menanti tepatnya ~karena kata Bapakku menunggu dan menanti punya arti yang berbeda~ sampai dia kembali dan mengutarakan perasaannya kepadaku.
Bah, aku sudah sangat PD saat ini..
Kalaupun dia kembali dan tidak melakukan itu, aku baru akan menyadari satu hal. Bahwa tiga tahun itu sia-sia. Dan aku akan mengerti makna tidak dan belum.
Kenapa harus menunggu sampai dia kembali?
Apa loe sangat bodoh, sampai harus menunggu tiga tahun untuk menanti jawaban tidak? Ya, mungkin itu aku..
Tidak dan Belum...
Bahkan aku belum tahu jawaban mana yang akan aku dapat.
Makanya, aku harus menunggu dia kembali.
Jangan salahkan aku jika aku melakukan hal itu. Karena itu nyaman untukku, keluar dari kenyataan apa itu salah atau benar. Aku nggak mau tahu!
Aku sempat mengutuk orang-orang di luar sana, mengapa mereka begitu mudahnya menjalani kehidupan cinta mereka? Apa mereka tidak tahu, aku masih berdiam menanti cinta tiga tahun yang nggak kunjung datang!
Sebenarnya bukan salah mereka, aku saja yang belum bisa bergerak maju. Atau mungkin tidak..
Ya, seenggaknya kalau tidak ada dia, aku nggak mungkin merasakan warna-warni cinta. Walaupun harus merasakan sakit..
"Trimakasih tuk luka yang kau beri..." perlahan lagu milik Geisha menyerang otakku.
Aku biarkan otakku diserang lagu itu..
Bah, luka yang indah..(ry)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar