Melihat keadaan negara sendiri yang seperti ini, yaitu masih semrawutnya masalah ketenagakerjaan, saya jadi punya impian berkaitan dengan masalah tersebut. Jika di masa yang mendatang, saya bisa menjabat menjadi menteri tenaga kerja dan transmigrasi (Menakertrans) saya akan mencanangkan program-program yang mendongkrak kelangsungan hidup rakyat saya.
Jika saya bisa menjadi Menakertrans, langkah pertama yang saya ambil adalah memperbaiki program kerja (proker) yang sudah ada, meniadakan proker yang memang tidak memberikan kemajuan bagi negara dan meningkatkan etos kerja apabila proker yang ada sudah dapat diperbaiki.
Tiga poin tersebut akan saya jadikan pilar untuk pelaksanaan tugas saya. Penjabaran dari ketiga pilar yang saya sebutkan di atas adalah sebagai berikut:
Memperbaiki proker yang sudah ada. Maksudnya adalah, tidak semua saya mulai dari nol. Hal-hal yang memang sudah tercanang dalam pelaksanaan Menakertrans, akan terus saya jalankan jika memang sesuai dengan perkembangan jaman. Hanya saja saya akan memperbaiki hal-hal yang sudah tercanang tersebut. Contohnya hal-hal yang berhubungan dengan pengiriman TKW maupun TKI ke luar negeri.
Kita semua tahu, bahwa saat ini tenaga kerja yang umumnya TKW sering mendapat perlakuan yang tidak pantas dari majikan-majikannya. Saya akan meninjau lebih jauh apa penyebab hal tersebut dapat terjadi dan segera melakukan pembaharuan. Dengan memberikan pengawasan yang lebih kepada para TKW dan memberikan bekal yang matang agar TKW dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi di negara rantauan mereka tanpa mengalami kekerasan dan pelecehan.
Selanjutnya pilar yang kedua adalah meniadakan proker yang memang tidak memberikan kemajuan kepada negara, bahkan memberikan dampak yang negatif dan munculnya image buruk bagi negara kita. Contohnya adalah peniadaan pengiriman TKW atau TKI ke negara-negara tertentu atau kata lain pemutusan hubungan kerja. Kedengarannya memang terlalu ekstrem, tapi hal tersebut dapat saja kita lakukan mengingat pemutusan hubungan kerja tersebut kepada negara-negara yang diberitakan menyumbang kekerasan dan pelecehan seksual kepada TKW kita. Selain kekerasan dan pelecehan seksual, negara-negara tersebut sering kali memberikan gaji yang tidak selayaknya. Sehingga para TKW tidak merasakan hidup selayaknya di negeri sendiri. Maka tidak salah jika kita memutuskan hubungan kerja kepada negara-negara tersebut.
Lalu pilar yang ketiga adalah meningkatkan etos kerja apabila proker yang sudah ada dapat diperbaiki. Jika kita tinjau dalam negara kita, Indonesia ini mempunyai beribu-ribu pulau. Dan jika kita kaitkan dengan masalah transmigrasi dan tenaga kerja masih berhubungan sangat erat. Kita tahu bahwa penyebaran penduduk di Indonesia belumlah merata, persebaran penduduk ini cenderung berpusat di ibukota negara yaitu Jakarta. Sehingga Jakarta dan daerah sekitarnya mengalami peledakan penduduk.
Saya sebagai Menakertrans akan bertindak tegas mengenai hal tersebut. Sebelunya amatilah peta di bawah ini.
Peta di atas menunjukkan Indonesia terdiri akan beribu-ribu pulau yang masih jarang penduduk, kontras dengan pulau jawa yang sangat padat penduduk. Maksudnya adalah saya akan melaksanakan proker baru yaitu pemerataan penyebaran penduduk sampai ke wilayah penjuru Indonesia. Seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara. Hal tersebut diupayakan agar tidak terjadi lagi pemusatan penduduk yang mengakibatkan peledakan penduduk.
Bersamaan dengan pencanangan pemerataan penduduk ke wilayah sampai dengan penjuru Indonesia, saya akan melaksanakan pembukaan lapangan tenaga kerja di wilayah-wilayah tersebut. Agar apa? Tentu saja pemerataan penduduk harus diimbangi dengan pemerataan tenaga kerja. Sehingga warga Indonesia yang bertransmigrasi ke wilayah-wilayah yang seperti yang ditunjuk mata panah, tidak kesulitan mencari pekerjaan dan dapat merasakan hidup makmur.
Pembukaan lapangan kerja di wilayah-wilayah tersebut juga akan menekan berkurangnya pengiriman TKW maupun TKI ke luar negeri. Walau memang TKW dan TKI adalah pahlawan devisa, akan tetapi lebih baik mereka mengadu nasib di negara sendiri dan mendapatkan perlindungan yang layak. Sehingga mereka tidak perlu mempunyai rasa takut akan disiksa dan dilecehkan oleh majikan mereka. Yang terpenting, mereka tidak perlu mengadu nasib jauh dengan keluarga dan sanak saudara mereka. Apabila mereka bekerja di negara sendiri, mereka tetap bisa berkumpul dengan keluarga mereka.
Kenyataannya memang sulit melaksanakan program tersebut, karena tentu tidak semua orang mau bertransmigrasi ke wilayah-wilayah yang jarang penduduk seperti halnya Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Tetapi saya akan tetap berusaha menggalakkan program tersebut dengan bekerja sama dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Komunikasi dan Informasi. Sehingga Wilayah-wilayah tersebut akan lebih maju sehingga penduduk yang bertransmigrasi akan merasa nyaman.
Itulah langkah-langkah yang akan saya ambil andai saya menjadi Menakertrans di masa yang akan datang. Agar tidak terjadi lagi kekerasan, pelecehan terhadap TKW atau TKI kita. Dan terwujudnya pemerataan penduduk sehingga tidak ada lagi masalah peledakan penduduk.(ry)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar