http://www.blogger.com/html?blogID=6428500706244982035

Minggu, 26 Februari 2012

Cara Ngehack Facebook Teman

Awal pikiran yang muncul adalah : emang gimana cara ngehack facebook teman? Aku pengen tahu nih, emang ini blog tahu caranya?
Dan jawabannya adalah AKU JUGA NGGAK TAHU!
Aku dongkol setengah idup, bela-belain berjam-jam berkutat dengan dunia internet untuk mencari cara yang paling jitu buat ngehack facebook teman. Tapi hasilnya NOL BESAR!
Banyak yang udah aku lakuin, tapi tetep aja sia-sia. Udah entri dengan tulisan "cara ngehack facebook orang", "cara ngehack facebook teman", "cara paling jitu ngehack facebook", cara hack facebook" tapi hasilnya nggak ada..
Ngomong-ngomong soal ngehack facebook orang, kenapa aku segitu ngebetnya nglakuin hal jahat itu? Karena ada "teman" -- haha, dikatakan teman aja udah alhamdulillah -- ku yang begitu muka duanya membicarakan aku dan teman dekatku di belakang dan itu dilakukan di FACEBOOK khususnya GROUP sodara-sodara. Gimana aku dan yang lain nggak nyesek? Mereka pikir kami ini penjahat, orang hina sampai mereka buat grup khusus yang bisa dengan enaknya ngomongin hal-hal tentang kita?
Awal cerita kenapa aku bisa nyasar ke facebook "teman" ku itu adalah..
 Kami ber -- tak perlu disebutkan -- minjem salah satu netbook teman yang connect ke dunia maya. Lalu membuka facebook. Dan ternyata faceboknya ******* ***** belum di log out. Tanpa pikir panjang kami membuka facebooknya. Dan dia menjadi member dari grup yang bernama ****** ******** sodara-sodara!! Itu udah kami duga dari dulu! Mereka pasti punya grup tertutup yang kami nggak tahu dan nggak diperkenankan tahu!
Tak basa-basi kami membuka grup itu dan apa yang ada di dalamnya?
empunya facebook yang bertuliskan : mellowers of cemet? *apadeh -,-
Kami baca koment-komentnya, dan berbunyi apa? (kurang lebih seperti ini) :
- kata-kata tidak senonoh, tidak sopan.
- apa sih, aku nggak mudeng?
- tulisan yang ada di note (Dan, akan aku jelasin apa maksud di note itu. Salah satu temanku emang nulis tulisan "mellowers of cemet" dan diberi tanda tangan kami ber -piiip- ada salah satu member dari grup ****** ******** yang liat dan dengan embernya ngasih tahu ke temen-temen senasibnya. Sebenernya kenapa temenku nulis kata-kata itu? Karena kamu merasa ditindas, ditekan dan hina! Kami ber -piiip- seperti dikucilkan oleh mereka. Kami tak tahu apa-apa, tapi kenapa mereka tega berbuat seperti itu? Apa itu teman? Mungkin yang benar adalah "teman" dan kami ingin mencoba menyadarkan mereka dengan membuat kelompok bernama "mellowers of cemet")
- irian bgt..
- papua. (Lucu ya? Lo pikir kami iri? Syirik? Pengen jadi kayak kalian? Sampe nyangkut ke Papua segala? Bener deh! Kalian itu emang garing kayak nama grup kalian! :@ Kalian pengen tahu kenapa kami berani nulis kata "mellowers of cemet"? Biar kalian sadar, posisi kami kayak gimana?! Tertekan, tertindas, sakit!)

Sebenenernya kami nggak pengen ada di posisi kayak gini. Siapa yang mau di sekolah tertekan? Kami kelompok minoritas ditindas dengan kalompok mayoritas. Apa itu bisa dikatakan teman?! Kami di sekolah mau belajar juga nambah teman nggak nambah musuh! Siapa coba yang pengen punya musuh? Amit amit!!
Sadar nggak sih kalian anggota grup ****** ********, baru pertama kalinya kami punya teman seperti kalian selama kami sekolah dari TK sampai SMA saat ini..
Kami nggak pernah minta punya teman kayak kalian, kalo dari dulu aku tahu kami bakal ketemu teman macam "teman" kayak kalian, aku nggak sudi masuk sekolah ku sekarang. Tapi ini keadaan, keadaan berkata lain. Kita ditakdirkan menjadi teman atau "teman"... entahlah. Kita ditakdirkan bersama selama satu tahun. Itu udah diatur. Tapi apa harus jadi kayak gini?! Sakit rasanya tahu yang sebenarnya kalo kalian ngomongin kami di belakang, sama aja kalian munafik. Kenapa nggak jujur? Ngomong di depan kami baik-baik? Kami bakal mencoba buat ndengerin dan intropeksi diri. Nggak malah buat grup semacam itu sampai-sampai hanya kami ber -piiip- yang tidak dimasukkan ke dalamnya. Kalian pikir kamibakal nerima gitu aja, nganggap remeh, nganggap cuek? NGGAK!!! Kami peduli, kami punya hati, kami sakit! Apa sebegitu hinanya kami sampai kalian tega berbuat hal kayak gitu? Hati kami rasanya tercabik-cabik. Perih! Sesak banget dada ini waktu baca tulisan-tulisan kalian di grup. Mata kami panas, nangis di pojok kelas. Itu yang buat kalian puas?! Bangga bisa buat kami sengsara dengan tingkah kalian? Bangga?!
Bahkan salah satu dari kalian tega bilang ke wali kelas tentang sistem pertemanan yang "tidak sehat" di dalam kelas. Sebenarnya apa yang "tidak sehat"?!
Sampai wali kelas bilang kalo ada dua kelompok cewek di kelas? Ulah siapa yang tega buka mulut ke wali kelas?! Kalian bangga lagi, sampai ketawa-ketiwi mendengarkan ocehan wali kelas? Sampai-sampai wali kelas mengatakan kelompok cenderung yang pintar bergabung dengan yang pintar dan begitu pula sebaliknya. Ok, bagus! Kelompok kalian, dengan grup ****** ******** emang pinter-pinter. Juara kelas. Sedangkan kelompok kami, "mellowers of cemet" kelompok dengan orang bodoh-bodoh, udik-udik! Haha, silakan tertawa sepuasnya!! Apa kalian nggak sadar, apa PURA-PURA nggak sadar? Dengan apa yang kalian "adukan" ke wali kelas makin memperburuk pandangan-pandangan orang lain tentang kelas kita? Apakah kalian nggak mikir sampai sejauh itu? Apakah kalian hanya berpikir PENDEK? Yang penting hasrat kalian untuk mempermalukan kami terpenuhi dan kalian bisa tertawa sepuasnya?! APA ITU?!
Persetan dengan semua itu!
Kalo kalin masih saja memandang remeh kami, memandang kami hina. Kami nggak segan-segan berbuat lebih dari itu. Kami memang lebih sedikit dari kalian. Tapi di dalam hati kami ada rasa CEMET yang kalian nggak punya. Karena kalian anggap kata itu tidak senonoh, nggak baik! Haha, makan itu kata!
Kalo kalian masih mau main api sama kami, FINE! Kami nggak nolak. Toh kami lebih kebal lebih kuat. Kalian nggak lebih dari sesuatu yang jika diinjak berbunyi "kraak" dan mudah patah. Seperti ranting KERING yang tanggal dari pohonnya. Bunyi "kraaaaaaak" yang kering kerontang!.(ry)

Jumat, 24 Februari 2012

Kerinduan Butuh Ruang untuk Mengenang Bag. 1

Uuh… hari ini aku sebel banget, hari pertama masuk kelas tujuh (sesudah melaksanakan MOS) jadi kacau. Aku udah bela-belain berangkat pukul enam pas, untuk cari tempat duduk di depan walau emang dapat. Ini kebiasaanku, duduk harus di depan sendiri, seperti di SD dulu. Tapi gara-gara wali kelasku, Pak Anton, aku mendapat tempat duduk di barisan paling belakang, karena badanku agak besar. Untung saja teman sebangkuku perempuan, karena temanku yang lain duduknya diselang-seling laki-laki dan perempuan.
            Aku melirik teman sebangkuku, yang sedang terdiam di kursinya. Dari seragam SD yang masih ia kenakan, sama seperti aku, tertera nama lengkapnya, Lena Puspita. Aku menggeser kursiku mendekati kursi Lena. 
            “Haai Lena Puspita, nama panggilan kamu siapa?” tanyaku pelan 
            “Lena boleh, Pita juga boleh!” katanya bersemangat, tanda ingin berteman dengan aku. “Kalau gitu, aku panggil Lena aja yaa?” Lena mengangguk cepat, “Teman-teman SD-ku di Semarang juga manggil aku Lena,” katanya mengubah posisi tubuhnya. “Haaa, kamu SD-nya di Semarang! Lalu kenapa sekolah di Temanggung, bukan di Semarang?” tanyaku tak percaya…
            “Iya, pengin aja! Soalnya kakakku dulu sekolah di sini, tapi sekarang sudah kuliah di Semarang. Ibuku juga asli orang sini, tapi ayahku orang Semarang, jadi aku SD-nya di Semarang deeh,”
            “Terus, kamu di Temanggung tinggal dimana?” tanyaku penasaran.
            “Nge-kost,”
            “Sama siapa?”
            “Sendirian dong…”
            “Haaah…” aku membuka mulut lebar-lebar, tapi Lena malah tertawa. Aku bingung, “Ada apa, kok tertawa,”
            “Aku bohongin aja, percaya. Di sini aku tinggal sama tanteku,” katanya tertawa puas. Huuh… Lena, Lena…
            “Ibu dan Ayah kamu tidak ikut ke Temanggung?”
            “Ibuku bekerja di bank, jadi nggak bisa ikut sama aku sedangkan ayahku bekerja menjadi guru olah raga, jadi juga nggak bisa ke sini. Lagian di Semarang ibu dan ayah menjaga nenekku yang sakit,” penjelasan Lena sangat jelas di telingaku, aku hanya mengangguk.
            “Selamat pagi anak-anak,” seorang guru cantik masuk ke kelasku, VII D.
            “Selamat pagi, Bu,”
            “Perkenalkan nama saya ibu Wati, mengajar pelajaran matematika, karena kalian belum punya buku paket, kalian catat rumus-rumus ini dulu,”
Semua serempak mengeluarkan buku matematika, dan pelajaran ketiga dimulai setelah pelajaran Matematika yang ternyata mengasyikkan.  
            Saat istirahat pertama, aku dan Lena jajan di warung depan kelas. Lalu kami duduk di koridor kelas sambil makan jajan.
            “Nama kamu siapa sih?” tanya Lena padaku
            “Oh iya aku lupa ngasih tahu, namaku Vinda,” aku baru ingat kalau seragam yang ku pakai tidak ada identitas nama, hanya bet SD di saku.
            “Nem kamu masuk di sini berapa?” tanyaku sambil memasukkan roti ke dalam mulutku.
            “27,45, tapi karena luar daerah Temanggung, nemku Cuma diakui 26,45 lalu ditambah piagam juara dua lomba renang se-Provinsi, jumlahnya kurang tahu, kalau kamu berapa?” tanya Lena.
            “Nemku 28,00 sudah ditambah piagam olimpiade matematika juara dua se-kabupaten,” Lena mangut-mangut, “Pantes, saat pelajaran matematika kamu nggak kesulitan, padahal aku pusing banget sama angka-angka matematika. Pasti ujian matematika kamu dapat nilai sepuluh?”
            “Ah cuma juara kabupaten, tapi kamu hebat, bisa renang, padahal aku nggak suka berenang lhoo, bakat renang kamu pasti dari sang ayah tuh,”
            Aku dan Lena sangat berbeda, tapi dari perbedaan ini semoga aku dan Lena bisa bersatu, saling menolong.
            Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga bulan berganti bulan. Hari ini hari terakhir aku dan teman-teman lain melaksanakan ujian akhir semester. Dan aku akan menyandang gelar baru, sebagai murid kelas delapan. Cihuuuy….dan aku berharap aku bisa satu kelas lagi dengan Lena…
            Hari-hari liburan aku lewati dengan tidak sabar, aku sangat ingin kembali ke sekolah. Bertemu teman-teman terutama Lenaa…karena selama setahun itu aku sudah menganggap Lena sebagai sahabatku, tapi aku tidak tahu Lena menganggapku sahabatnya atau tidak.  
            Akhirnya hari yang aku tunggu datang juga, aku sudah siap dengan seragam putih biruku. Menenteng tas baru, memakai sepatu baru, dan gelar baru. Aku merasakan upacara hari Senin waktu itu sangat menyenangkan. Tak seperti biasanya, aku selalu mengeluh jika harus mengikuti upacara.
            Dari awal hingga akhir upacara, aku tidak melihat wajah Lena. Mungkin dia terlambat, kebiasaan buruknya itu memang tidak dapat dihilangkan. Setelah upacara dibubarkan, aku segera mengambil tas dan berlari menuju papan pengumuman. Aku membaca deretan nama-nama anak kelas delapan. Aku mencari nama Vinda Agustina dan Lena Puspita. Aku terdaftar sebagai siswa kelas VIII B, sedangkan nama Lena Puspita belum aku temukan. Aku mengecek kembali nama anak-anak yang naik ke kelas delapan. Nama  Lena tetap tidak ada, padahal anak-anak kelas tujuh naik semua. Aku jadi cemas, jangan-jangan.(ry)

Ingat Ketika Tak Ada Kata Perpisahan Part 2 ~Selesai

Sekarang aku benar-benar terjebak dalam kesendirian. Sebenarnya nggak sendirian di dalam kelas, ada 8 orang. Tapi posisi aku emang lagi sendiri. Enam orang lagi pada curhat di sudut kelas, dan nggak lucu kalo aku nguping buat membunuh rasa sepi, satu teman lagi menikati musik. Dan aku... cuma bisa ngadep laptop sambil bengong di depannya.
Dari pada bengong kayak orang bego', mending ngelanjutin kisah tentang sahabat ku itu.

Tika..
Aku bener-bener nggak tahu, kalo kelas 6 dia bakal pinda lagi ke Jogja. Liburan dua minggu pun aku nggak pernah ketemu sama dia. Emang nggak tahu kalo dia bakal pindah. Kalo tahu, aku bakal setiap hari ke rumah tantenya.
Hari itu, pertama kali masuk kelas 6. Aku udah nyari tempat duduk buat aku sama Tika, aku duduk sendiri nunggu Tika. Sampai pukul 8, Tika nggak juga datang. Aku berdiri dan melihat ke luar jendela. Dan kutemukan sosok itu, memakai pakaian bebas. Tika. Dia berjalan berdampingan dengan neneknya. Aku hanya bisa menatapnya, dia tak melihat ke arahku. Aku terus menatapnya sampai dia masuk ke ruang kepala sekolah.
Aku hanya bisa diam, ada apa ini? Tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa. Hanya menatap papan tulis yang berisi tulisan-tulisan guru kelas 6.
Dan aku baru sadar, bahwa hari itu adalah terakhir kalinya  aku bisa melihat dia. Setelah itu,tahu kabar dia saja tidak.
Sampai sekarang ini, aku kelas 10, kenangan tentang Tika masih melekat di hatiku. Apa iya aku bisa ketemu dia lagi? Kalau pun nggak bisa di dunia ini, aku pengen banget ketemu dia di surga.. Semoga..

Aku pernah buat cerita tentang Tika. Nggak sama plek dengan kisah yang aku jalani. Yang sama hanya : sama-sama kehilangan sahabat dan amat sangat merindukannya. Tapi ending nya emang aku buat sad ending. Nggak bermaksud apa-apa. Nggak bermaksud buat mendoakan. Cuma... Aku nggak bakal membuat cerita yang happy ending dan aku terlalu berharap akan hal itu.
Aku bakal post - in ke blog ini. Nggak bermaksud buat pamer.. cuma, mau ngungkapin sesuatu yang dinamakan kerinduan.(ry)

Kamis, 23 Februari 2012

Ingat Ketika Tak Ada Kata Perpisahan Part 1

Agnes Tika Widyaningsih.
Ya dialah namanya..
Dia teman SD ku saat kelas 5 SD. Murid baru dari Yogyakarta, pindah ke Temanggung khususnya Kranggan.
Dia duduk sebangku denganku, waktu itu.
Dan dari situlah tercipta banyak cerita yang hanya satu tahun..
Awal kali melihat Tika -- begitulah sapaannya -- aku menilai dia peramah dan baik. Dan penilaianku itu nggak salah. Dia memang baik tapi untuk yang peramaah, menurutku dia hanya menutupi apa yang ada di hatinya. Setelah banyak dengar cerita dari dia, sebenarnya dia orang yang rapuh, bahkan jika aku jadi dirinya mungkin aku nggak sanggup. Tapi dia sungguh hebat, bisa menutupi kelemahanny dengan keceriannya dan ramah kepada siapa saja.
Satu tahun bersama dia memang saat yang indah, perahabatan yang dipenuhi canda dan tangis.
Aku masih ingat saat kami berdua menangis bersama karena hal yang... sepele memang. Tapi mungkin bagi Tika itu berat, karena semua teman satu kelas membelaku, tak ada yang membela dia. Andai waktu itu aku bisa membelanya..
Mengharukan sebenarnya, lebih mengharukan saat aku mendengar cerita dia tentang keluarganya. Ayahnya sudah meninggal, sangat tragis. Dia punya Ayah tiri, entah bagaimana perangainya. Dia juga punya kakak laki-laki. Ibunya... jadi TKW ke Malaysia. Ingat betul saat ibunya pamitan ke sekolah, untuk menitipkan Tika di sekolah dan minta dijagakan. Uang saku Tika dititipkan pihak sekolah.
Aku hanya bisa termenung saat itu, masih belum bisa berpikir jauh seperti sekarang. Yang aku tahu Malaysia itu jauh, dan Tika bakal jauh pula dari Ibunya. Tak sampai berpikir, Tika bakal haus kasih sayang, bakal sedih bakal kesepian. Damn! aku nggak mikir sampai sejauh itu..
Tapi saat aku lihat mata Tika, dia tenang. Tatapannya teduh.. Aku hanya bisa tersenyum ke arahnya, memberikan dukungan agar dia sabar..
Di Kranggan dia tinggal dengan tantenya, beruntung keluarga tantenya baik. Tika dianggap anak sendiri. Aku turut senang.(ry)

Geli Geli Kalo Inget

 Jadi, ini aku tulis waktu salah satu temenku (Phiipi) ulang tahun yang ke 16. Sebenernya bukan cuma aku yang buat, tapi aku yang nulis dan punya idenya *sama aja :p
Intinya aku yang buat kartu ucapan, tapi atas nama bersama-sama. Aku, Rahma, Cend, Arum, Kiki, Nana, Robby, Bagas, sama yang laen nggak tahu *saking banyaknya :p. Geli geli kalo inget :D

Buat : males nyebutin :p haha, bercanda! Buat Phiipi alias Vivi alias Selviarama Febriana.
Ihii, akhirnya! Akhirnya kenapa? Ulang tahun juga yang ke 16! Kyaaa, asyiik, satu tahun lagi dapet SIM dan SIB (Surat Ijin Berpacaran, itu sih udah dapet ya) XP
Happy birthday..
Tanjobi omedeto gozaimasu..
Sugeng tanggap warsa..
Selamat ulang tahun..
Ching so fha sie..
De grandi de to ga..
Fa’buka waanha..
Speguéra do ganso..
Yakin deh empat dari bawah itu ngawur semua, hahaha :D
Ya pokoknya selamat, juga buat ehm ehm nya.. Itu si *** kapan mau jadi? Hihi, kami (walaaa, sok resmi) ndekengin kamu lho ;)
Makan-makannya lho, *yakin deh waktu kamu buka kado ini, pasti kita habis dari MISS NATURE, endonesanya RINDU ALAM!! Ihii, semoga emang habis dari sono..
Ngomong-ngomong soal kado, jangan liat dari cassingnya ya, tapi.. liat dari ketulusan kami, ciyee *bukan berarti kami sok pamer tentang ketulusan, tapi.. :’) kami tulus kok, ihhii..
Kado itu kami panggil “bebh”.. Huaaa T.T unyuu banget yakin.. tak perlu dilanjutkan, nanti kamu tahu, bisaaaa geer :p
Ya, aku doain deh, semoga : apa-apa yang diinginkan terkabul, tambah solehah, berbakti sama orang tua (itu sih doa umum ya..)
Tapi, doa yang khusus, semoga persahabatan kita langgeng! :’) amiiin, walo kita beda kelas besoknya *mulai mellow nih, kita harus teteap bersama, jangan sampai misah dan bermusuhan ya..
Oh ya, yang ini ehm ehm.. sama itu tuh.. *** nganu ya, semoga jadi yang terbaik, juga jodoh. Kyaaaminn..
Udah ya, bosen kan bacanya?
Ya udah, dicukupkan sekian..
Salam terhangat tercemet untuk keluarga mellowers..
Kata : Mellowers of cemet :P

 Keren kan? Haha yaiyalaaah.(ry)

Tragedi 10 November -,- kyaa

            “Rin..” panggil Arif sambil melambaikan tangannya ke arahku, menyuruhku mendekat kepadanya.
“Ada apa?”
“Kamu inget sekarang hari apa?”
“Hari Pahlawan..”
Arif menepuk dahinya pelan, “Sini aku bisiki…”
“Oh ya, aku juga tahu..”
“Stt, orangnya ada di sini!”
“Oh, oke… aku bisa ikut rencana kalian..” aku mendekati kursiku dan meletakkan tas di atasnya. Hari ini tanggal 10 November, Hari Pahlawan. Tapi ada yang lebih istimewa selain Hari Pahlawan, teman sekelasku, Rasyid berulang tahun yang ke 17. Dan kami sekelas sepakat untuk ngerjain dia habis-habisan.
Ding ding ding… Jam pertama akan dimulai dalam lima menit lagi..
Kami mengambil topi upacara dan menuju ke lapangan, untuk memperingati Hari Pahlawan. Semua murid berbondong-bondong menuju lapangan bawah, melewati jembatan cinta. Nama jembatan yang memisahkan sekolah area atas dan bawah.
Hakam, yang tidak pernah mengikuti upacara, karena sakit kaki, mendapat bagian  untuk mengambil kunci sepeda motor milik Rasyid yang selalu dia letakkan di dalam tas.
Setelah upacara selesai, semua kembali ke kelas masing-masing. Semua ngobrol seru, kecuali Rasyid. Dari tadi Rasyid memang sengaja didiamkan. Sampai di kelasku, X-1, Rasyid langsung masuk kelas dan duduk di kursinya, dia memasukkan topi ke dalam tasnya. Dan terlihat merogoh-rogoh sesuatu.
Kami yang sudah masuk ke dalam kelas, pura-pura tidak peduli dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Muka Rasyid terlihat pucat pasi, dia berjalan mengelilingi setiap meja, melongokkan kepalanya ke dalam laci. Indi, teman sebangku Rasyid pura-pura bertanya kepada Rasyid, “Ada apa, Syid?”
“Kunci motorku nggak ada di tas! Siaal!” makinya sambil menggaruk-garuk rambutnya.
            “Kok bisa?” tanya Robby, yang duduk di belakang Rasyid. Robby-lah yang sekarang membawa kunci motor Rasyid.
“Nggak tahu, tadi aku yakin banget udah masukin ke dalam tas. Tapi nggak ada. Ada yang tahu, woy!” teriak Rasyid ke seluruh siswa. Tapi mereka pura-pura tak peduli, hanya memandang ke arah Rasyid, menggeleng dan melanjutkan aktivitas lagi.
“Emang kamu taruh mana, Syid?”
“Kalo aku tahu, nggak mungkin kunciku hilang!” bentak Rasyid, dia terlihat emosi. Aku yang duduk di seberang meja Robby hanya tertawa batin melihat adegan itu.
Bu Titis, guru geografi masuk ke kelasku, semua diam dan duduk di kursi masing-masing. Rasyid menahan emosinya, duduk dengan otot-otot yang menegang.
Istirahat pertama, Robby, Indi, Arif, Gita dan yang lainnya asyik menonton film di komputer kelas. Aku ikut nimbrung, aku berdiri di sebelah Rasyid yang ikut nonton dengan wajah yang sulit diprediksi.
“Belum ketemu, Syid?” Rasyid hanya mengangguk lemah.
“Kamu kan punya kunci cadangan, pulang dulu aja naik angkot trus ke sini bawa kunci cadangan. Kan motornya bisa kamu bawa pulang…”
“Enak aja, rumahku jauh, Riin…”
“Oh, aku lupa..”
###
Ding ding ding… Pelajaran telah berakhir, sampai jumpa di hari berikutnya…
Pak Rifa’i guru matematika mengucapkan salam dan meninggalkan kelas X-1. Kelas mendadak menjadi riuh, semua berteriak, ”Ayoo Rasyid di siram air.. Cepat ambil ember!!” semua bergerak cepat, pergi ke WC ambil seember air. Anak laki-laki menyeret Rasyid keluar kelas.
Rasyid yang mempunyai badan kecil dengan mudah ditarik keluar kelas. Di depan koridor kelas, air langsung diguyurkan ke tubuh Rasyid. Rasyid menerimanya dengan pasrah. Aku yang menyaksikan kejadian itu hanya tertawa geli, mengeluarkan kamera dan menfotonya.
Anak-anak kelas lain yang menyaksikan ikut geli melihat kejadian itu. Koridor kelasku menjadi seperti habis banjir. Tak disangka, Pak Bambang, Wakil Kepala Sekolah menyaksikan kejadian itu. Beliau langsung menghampiri kami.
“Ada apa ini?” tanya Pak Bambang dengan nada marah.
Kami sangat terkejut, tak ada yang berani menjawab. Tiba-tiba anak X-2 ada yang menjawab, “Ada yang ulang tahun, Pak... Siram-siraman air.”
“Semua anak X-1 masuk ke dalam kelas, cepat!”
Semua menurut, masuk ke dalam kelas dan duduk dengan patuh.
“Kalian tahu, ini kejadian yang sangat tidak baik. Orang yang ulang tahun harusnya diberi selamat, syukur-syukur diberi hadiah. Bukan malah disiram air. Lihat dia, jadi basah kuyup, kedinginan. Siapa yang melakukan hal semacam ini?”
“Semua, Pak...” jawab Bagas. Aku manyun, dongkol sekali, aku kan nggak nglakuin apa-apa. Tapi aku hanya diam, harus punya jiwa kursa...
“Benar semua?”
“Iya, Pak.”
“Baiklah… Sekarang, pel koridor kelas kalian sampai benar-benar kering. Setelah itu, temui saya di lapangan bawah. Paham?”
“Paham, Pak…” jawab kami lirih.
Pak Bambang keluar kelas, kami masih diam di tempat. Ada yang menenggelamkan wajahnya di meja, menangis. Aku hanya bertopang dagu sambil mengatur nafas agar normal kembali. Menahan air mata yang akan menetes.
“Udah, ayo sekarang kita pel koridor. Lalu kita ke lapangan. Ini udah jadi konsekuensi kita…” kata Bagas bijaksana. Dia mengambil kertas-kertas bekas di loker dan mengepel, kami mengikutinya.
Setelah koridor kering, kami berbondong-bondong menuju lapangan upacara. Sampai lapangan, Pak Bambang sudah berada di sana. Setelah semua anak X-1 berkumpul, Pak Bambang memberi ceramah.
“Saya tidak akan menghukum kalian secara fisik. Yang perlu saya tekankan, perbuatan semacam itu sangat tidak baik. Dan saya minta kalian tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Saya sudah lapor ke Bu Rita, wali kelas kalian.”
Kami semua menjadi lemas, bagaimana nasib kita besok? Bisa-bisa waktu dua jam pelajaran hanya untuk caramah…
“Kalau sampai ada kejadian seperti ini lagi, saya akan menghukum kalian. Putar lapangan ini 10 kali. Baiklah sekian dari saya, kalian bisa kembali ke kelas!” Pak Bambang meninggalkan kami.
Kami berjalan beriringan menuju kelas X-1.
“Kejadian ini harus kita kenang...” kata Bagas lirih.
“Hari ini tak sekedar hari Pahlawan, melainkan hari kenangan…” kata Gita.
Aku tersenyum terenyuh, walaupun X-1 di mata guru dan anak lain mungkin kelas yang rame dan onar, tapi menurutku, kelas X-1 adalah kelas yang paling bisa berbagi. Suka duka ini tak bisa aku lupakan, semoga satu tahun bersama X-1 menjadi satu tahun yang indah. 10 November, akan aku kenang.(ry)

*tidak sepenuhnya benar, dibumbui biar lebih sedaaap :p 

Selasa, 21 Februari 2012

Kelas Penuh Romantika

Aku selalu bersyukur punya teman sekelas yang bagaimanapun. Tapi kenapa selalu aja ada masalah? Entah apa yang salah dari kelasku *pura-pura nggak nyadar, kenapa selalu saja kelasku dianggap salah di mata para guru? Aku pribadi udah berusaha ngimbangin dari masing-masing guru. Tapi apa itu kurang? Harus gimana *nangis batin T_T
Puncaknya tadi siang, waktu pelajaran Bahasa Indonesia, jam terakhir. Dua jam penuh hanya buat petuah-petuah yang nyeseek banget dan nggak pelajaran. Bayangin DUA JAM FULL BUAT PETUAH ! Lumayan sih nggak nambah stres otak, tapi yang stres hatinya --
Kebetulan guru BI adalah wali kelas X- 1, kelasku. Dan beliau cuap-cuap panjaaang dan lebaaar tentang masalah yang ada di kelasku.
Mulai dari kelas yang selalu ramai, ada satu guru yang kurang srek gara-gara tatapan kami yang nggak enak dipandang *ada apa dengan mataku? MATAKU NORMAL!
Trus kurangnya KEJUJURAN dari kami saat sedang ulangan. Dan jujur aja, aku ngerasa banget! Karena apa? Karena aku lah yang kepergok bawa contekan waktu ulangan BI. Haha, gileee panas dingin waktu ketahuan. Apalagi waktu tadi disindir-sindir, nyeri banget ini hati *nunjuk-nunjuk hati :p


Trus ada temen-temenku yang kehilangan uang, kalo ditotal jadi 400 ribu. Kami masih belum tahu siapa yang ngambil, semoga aja pelakunya ketangkep! BIG HOPE ~ kasian temen-temenku
Trus setelah dapet petuah-petuah, yang awal mulanya wali kelasku bilang kelas X - 1 penuh dengan ROMANTIKA. Yang aslinya memperhalus dari kata MASALAH. Biar kami nggak sakit hati bin tersinggung bin marah!
Ok, aku terima kata ROMANTIKA itu. Improvisasi kata dikit nggak papa, bisa aku terima. Guru BI emang harusnya pinter mengolah kata biar nggak buat sakit hati *tapi aslinya, sakit hatinya jadi double, kata ROMANTIKA lebih nyeseeek daripada kata MASALAH. Sueer!
Terusin, setelah dapet petuah-petuah, dilanjutin dengan sharing tentang kelas. Pertama, ngomongin uang kas yang sereeet banget. Nggak pernah pada bayar, alhasil kantong kas kering alias 0 rupiah *menyedihkan.
Dan diputuskan setiap hari Sabtu bayar kas di bendahara @ seribu rupiah.
Yang kedua, membahas tentang piket yang maceet juga *kenapa serba macet? Alhasil setiap pulang sekolah diwajibkan buat piket!
Yang ketiga, membahas salah satu teman yang udah 7 hari nggak masuk dengan keterangan yang kurang jelas.Waktu ditanya siapa temen dekat anak itu, pada nggak ada yang njawab. Karena sebenernya emang dia nggak punya temen dekat di kelas. Emang kasian sih, tapi mau gimana lagi? --
Akhirnya cerita banyaaak tentang dia, sampai berita dia bakal pindah ke Bangka Belitung :'/
 Jujur ajee, tadi adalah hari yang penuh dengan kata tak terduga-duga. Saat semua siswa tegang dengan petuah-petuah wali kelas sampe ketawa-ketiwi sama kocolan wali kelas *oops, agak nggak sopan :p
Pokoknya kejadian hari Selasa tadi bakal masuk salah satu daftar hari yang sulit dilupakan buat kami, khususnya aku, warga kelas X - 1 dengan sebutan OX1GEN (Odyssey of X - 1 Generation) :) *kyaaa, nama yang kereeen :p
Tapi nggak tahu juga kelasku besok bakal berubah nggak setelah dapet petuah-petuah tadi. Paling cuma bertahan satu hari, besoknya udah kembali seperti semula lagi.
Jadi susah pisah kalo banyak kejadian yang sulit dilupakan di kelas :')
Jangan lupakan aku, temaaan.(ry)

Minggu, 19 Februari 2012

Tuntutan Tugas Basa Jawa ~~

Mendhem Ari-ari

Mendhem ari-ari iku salah sijining upacara kelairan sing umum diselenggarakake malah uga ana ing dhaerah-dhaerah (suku-suku) liya. Ari-ari iku bagian penghubung antara ibu lan bayi wektu bayi isih ing jero rahim. Istilah liya kanggo ari-ari yaiku: aruman utawa embing-embing (mbingmbing). Wong Jawa percaya yen ari-ari iku sedulur kembar si bayi mulane ari-ari kudhu dirawat lan dijaga.
Ari-ari sakwise dikumbah resik dilebokake ana ing periuk sing digawe saka lemah (kendhil). Ana ing panggonan liya, periuk saka lemah uga bisa diganti nganggo bathok kelapa. Sakurunge, kendhil diwenehi alas godhong senthe sing nang ndhuwure ana pirang-pirang barang kang dadi syarat.
Syarat sing dimaksud ana ing pirang-pirang daerah beda jenise, yaiku:
1.      Kembang boreh, lenga wangi, kunir bekas alas kanggo ngiris usus, welat (peso sing digawe saka bambu tipis) sing gawe ngiris usus, gantal rong kenyoh, kemiri gepak jendhul, tulisan huruf jawa (ha na ca ra ka, lsp) tulisan huruf arab, tulisan huruf latin (a b c d, lsp) lan duwit sagobang.
2.      Wiji kemiri gepak jendhul, dom, gereh, beras abang, kunyit, uyah, lan kertas tulisan arab.
3.      Patelot, buku, kertas tulisan arab, tulisan jawa, lan tulisan latin. Sakliyane kuwi, kanggo bayi wedhok, ing njero kendhil dilebokake empon-empon kayata temu ireng, kunir, dlingo bengle, brambang, bawang, benang lan dom. Kanggo bayi lanang, dilebokake uga duwit Rp 100,00.
Sakwise sakuntara wektu, syarat mau dilebokake disusul karo ari-ari. Kendhil ditutup nganggo lemper sing iseh anyar banjur dibungkus mori sing iseh anyar uga.
Uwong kang mendhem ari-ari kudu bapak kandung bayi mau, nganggo klambi tradisi lengkap, yaiku: bebedan lang blangkon. Kendhil isi ari-ari digendhong lan digawa ing panggonan gawe mendhem ari-ari karo dipayungi. Lemah sing gawe nguruki ari-ari dipageri lan ditutup bagian ndhuwure, kareben ora kudanan lan kelebon kewan-kewan. Sak banjure disebar kembang setaman (kembang mawar, melati, lan kenanga). Ing ndhuwure dipasang lampu sing diuripake saben mbengi suwene 35 dina (selapan). Lampu iku nduweni simbol pepadhang kanggo bayi, kereben sesok yen gedhe ora dadi wong sing jirih. Papan kanggo mendhem ari-ari mau biasane ana ing sebelah tengen lawang mlebu omah.(ry)

Selasa, 14 Februari 2012

Remidi yang Membahagiakan -,-

Nggak nyangka, hari ini aku selamat dari pelajaran kimia. Haha, ternyata nggak seseram yang aku duga. Dan bagusnya, aku remidi! Baru pertama kali ngrasain senengnya bisa remidi --
Senenernya aku dapet nilai 100 dengan embel-embel tanda tanya, ya tanda seperti ini (?) bagus banget! akhirnya aku jadi bahan ejekan. Dapet nilai 100 tapi remidi. Nggak apa-apa, yang penting aku masih idup!
Dan anehnya, kenapa tadi guru pelajaran itu senyum terus ya? Biasanya, nggak pernah kali!
Aku sama Phiipi - teman semeja - sampe ngakak-ngakak liat ekspresi guru itu, yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Setelah itu, dia juga senyum ke semua murid, bukan aku tentunya!
Phiipi bahkan dapet ucapan terimakasih dari guru itu. Bayangin, aku baru denger pertama kali guru itu bilang makasih. MAKASIH!! Omigot :/
Kalo diitung-itung, aku masih ketemu guru itu 30 pertemuan lagi, harus tetap fighting! setelah itu bebas. Mau balik jungkir kek, koprol kek, guru itu nggak punya hak lagi buat berurusan denganku! Kyaaa, seneng bukan main! :D
Nggak sabar menunggu, dudududu :p
Tapi, minggu ini aku lagi banyak tugas - resiko pelajar -
Hari Kamis, ulangan Sosiologi, walo udah dapet soalnya, hehe
Hari Jumat, ulangan bahasa Inggris, bakal remidi lagi ini*plaak JANGAN ! :/
Sabtu joos banget, ulangan Sejarah sama Indonesia, pulang-pulang kenyang deh!
Yang penting, hari ini aku bahagia.(ry)

Rabu, 08 Februari 2012

Pengen Nangis? Klik Aja!

Yang lagi galau, gundah gulana mikirin pacar kek, gebetan kek, atau apapun yang berhubungan dengan cinta. Emang paling asyik kalo ngeluarin uneg-uneg dengan nangis. Tapi lebih asyik kalo nangisnya bukan mikirin mereka yang bikin galau. Tapi nonton film yang mengharukan atau menyedihkan.
Jadi, kita para galauers yang pengen nangis bisa nangis tapi bukan karena kegalauannya tapi nonton filmnya, walaaa :D. Seperti itulah..
Film ini sebenernya nggak cuma disaranin buat orang-orang yang lagi galau aja, tapi semuanya deh..
Yang lagi punya sisa waktu, alias nganggur, coba deh nyari film ini, download apa minjem di rentalan film. Dijamin nggak bakal rugi :)
1. A Little Thing Called Love
Ini film romantiiis sekalii, pemainnya juga cakep. Mario Maurer, tahu kan tahu kan? Nggak, makanya liat film nya. Ini film dari Thailand.
2. Gnomeo and Juliet
Ini film untu banget yakin, film nya nggak diperanin sama manusia, tapi semacam kartun gitu deh *apa ya namanya, kagak tahu :p, pokokny alihat aja filmnya.
3. Hachiko
Dijamin bakal nangis, ini film so sweet banget.. antara anjing dangn majikannya, mungkin udah pada nggak asing kan sama nama anjing "hachiko", tonton aja filmnya.
4. Mom
Asli! Ini film dari menit-menit awal udah bikin nangis, tentang perjuangan seorang ibu demi anaknya.. Hiks hiks banget deh, ini film dari Korea.
5. Taare Zameen Par
Film dari India ini banget, bercerita tentang seorang anak cowok yang punya penyakit disleksia. Dan dibantu oleh guru seninya yang diperankan sama Aamir Khan, patut ditonton, sangat mengharukan.
6. Wedding Dress
Ini film dari korea, bercerita tentang ibu yang sayaaang banget sama anaknya, berjuang keras demi sang anak, hingga akhirnya sang ibu T___T tonton sendiri ya.

Enam film dulu cukup kali ya, selamat menonton.(ry)

serasa... KIAMAT!!

Apa yang bakal kalian rasain kalo dapet jawaban soal terus katahuan sama gurunya? Rasanya pengin banget hari itu KIAMAT! Karena guru kimia ku, mirip sama malaikat Malik *penjaga pintu neraka yang nggak pernah senyum.
Berawal saat akan ulangan kimia, aku sama sekali nggak belajar, malah asyik ngeblog kemarin malam. Paginya, dengan santai masuk kelas, dan ternyata kebanyakan temanku pada belajar buat ulangan. Aku langsung heboh, bagaimana nasib nilaiku, belajar aja nggak. Tapi gimana mau belajar, punya buku kimia aja nggak!
Untungnya, ada salah satu temanku yang ngasih semua jawaban, 1 - 15 . Dan tanpa basa-basi aku nulis jawaban ke kertas ulangan, butuh waktu 10 detik. Yihaaa, kemenangan! Nggak bakal remidi. Waktu habis, aku keluar, ngasih jawaban ke temanku, Rahma.
Tapi, nightmare-nya, anak kelas lain yang ngasih jawaban ke temanku, yang ternyata teman SMP-ku itu dipanggil guru karena dicurigai. Kenapa Igo bisa dapet nilai 100, temen SMP ku itu juga 100! Aku 100, Rahma 100, dan temen yang ngasih jawaban ke aku 95! karena dia emang sengaja nyalahin satu nomor.
Kalo dari awal aku tahu jawaban itu udah bener 100% nggak bakal aku nulis sama persis, pasti bakal aku salahin sampe dapet nilai 75.
Tapi nasib, setelah tahu Haidar *temen SMP ku dipanggil guru kimia, kami berempat langsung syok. Gimana nasib aku besok Selasa? Saat pelajaran kimia lagi? lemeees, tadi saat pelajaran musik nggak konsen, asal-asalan nggenjreng gitar. Pengeeen rasanya mati hari itu juga! :'(
Kalo sampai aku nangis-nangis gara-gara dimarahi, aku bakal minta pindah sekolah sama ibu/bapak aku! Biarin, nggak betah sama guru macam dia :@!!
Help me, semoga nggak terjadi sama aku, juga yang lain.(ry)

Selasa, 07 Februari 2012

Mending Ngeblog daripada Belajar Piiiip

Sebenarnya besok aku ada ulangan kimia, tapi nggak punya niat buat belajar. Kenapa? Karena hasilnya sama aja, dapet nilai jelek dan remidi. Udah, itu emang takdir aku.
Aku paling alergi sama pelajaran itu, apa bagusnya coba? Sebenarnya bukan pelajarannya sih, tapi.. You know who? Mungkin sesama pelajar pasti tahu, siapa yang aku maksud.
Suer deh, seumur-umur aku ngeri sama pelajaran satu itu. Setiap hari Selasa dan Rabu, aku pengin hari itu juga mati dan nggak jadi pelajaran itu. Aku paranoid!! Aku takut sama dia. Yaawoh, kenapa Kau ciptakan makhluk sengeri dia? Asal loe loe pada tahu, aku kagak berani lihat mata dia dan kagak bakal. Tatapannya kayak setan, mending setan kali!
Yakin, aku setiap hari ngeliat kalender dan ngitung hari. Berapa lama lagi aku ketemu dia dan terbebas dari kengerian ini? Dan masih empat bulan lagi sampai aku naik ke kelas XI IPS! Kagak bakal ada pelajaran itu lagi! Kyaaa aku merdeka! *tawa bahagia, sambil menangis terharu :p
Tahu gimana aku setelah menerima pelajaran itu? Setelah dia keluar kelas, aku langsung teriak-teriak nggak jelas. Biarin temen-temen terganggu. Yang penting aku bisa mengeluarkan hal-hal yang bikin aku gila.
Oh God, kenapa juga aku harus ketemu sama dia? Kalo dari awal aku tahu ada makhluk semacam dia di sekolahku, nggak bakal aku masuk sana. Mending nyari sekolah di pinggiran. Suer kagak bohong!
Pernah aku curhat sama ibu aku, aku stres sekolah ada makhluk kayak begituan, dan mau tahu saran ibu aku apa? PINDAH! Good! Aku mau banget, tapi.. Haduh, nggak segampang itu?!
Akhirnya aku bisa pasrah! :'(
Buat besok, aku nggak peduli nilai ku bakal dapet berapa. Yang penting di raport tertulis minimal 75 dan naik masuk jurusan IPS, itu udah luar biasa.
Aku muak sama pelajaran yang satu itu juga monster yang mengampunya! Hih, ngeri bikin aku paranoid!!
Mending ngotak-atik blog daripada ngotak-atik soal kimia. Hih ampuuun.(ry)

Senin, 06 Februari 2012

Sahabat itu...

Pernah ngrasain hal yang menyedihkan? Jujur pernah..
Tau nggak, ngomongin tentang sahabat nggak ada habisnya.
Aku ngerasa menjadi orang yang paling beruntung, punya sahabat-sahabat seperti sahabatku sekarang..
Kami selalu bersama, di sekolah, perjalanan pulang, makan, maen..
Tapi emang nggak selamanya sahabat itu indah..
Sampai sekarang ini, banyak alasan kenapa, sahabat-sahabatku menghilang.
Bukan makna sebenarnya, mereka.. tak lagi dekat, renggang seperti bongkahan es yang saling menjauh terbawa arus.
Ya, begitulah mereka, terbawa arus..
Bingung mulai dari mana, tapi akan aku coba menguraikannya.
Awal masuk SMP, aku sama sekali tak punya teman yang dikenal. Di kelas mencoba akrab dengan siapa saja,tapi hanya ada dua orang yang, well menyenangkan.. Tika dan Uzy. Satu tahun itu kami sangat dekat. Pulang, pergi makan ke kedai, bertiga curhat bareng.
Sampai kenaikan kelas 8, kami bertiga pisah kelas, tapi masih saling komunikasi. Pertengahan tahun, kami mulai renggang, kami punya kehidupan sendiri-sendiri. Uzy dan Tika sudah punya sahabat lain, begitu juga aku.
Di kelas, aku dekat dengan lima orang. Kiki, Lisa, Adit, Rina, dan Berta. Kami berenam selalu bersama.. Aku ingat saat kami pergi ke rumah Adit, maen di kolam depan rumah, foto bareng kerbau, minta difotoin adeknya Adit, cerita-cerita horor.. Rasanya indah banget.. Dapet tugas kelompok selalu berenam..
Tapi ada suatu kejadian yang membuat persahabatan kami renggang, terlalu sulit untuk diceritakan.
Dan di kelas 9, aku punya sahabat baru lagi, dan yang dulu menghilang lagi :'(
Di kelas 9, aku sekelas sama Tika lagi. Tapi kami nggak sedeket dulu lagi. Tika jadi deket sama Kiki, Phipi, dan Berta. Sedangkan aku deket sama Lisa, Nana, Dita/Etik, Fiky/Ipik, dan Lea. Kami berjumlah enam lagi..
Di kelas aku duduk paling belakang bersama Lisa dan depan kami Nana bersama Etik. Kami berempat lebih deket daripada dengan Ipik dan Lea karena mereka berdua duduk di barasan terdepan.
Tapi, setiap ada tugas kelompok kami selalu berenam.
Aku paling ingat moment ini, saat Lea punya ide tentang sesuatu dan diungkapin ke aku, Lisa, Etik dan Ipik, kami setuju. Ngasih kado Nana, sepatu dan tas. Aku paling suka hal-hal seperti ini, hal-hal yang menyenangkan tentang persahabatan, bukannya tentang persahabatan yang berubah menjadi permusuhan.
Detik-detik menjelang ujian, sekolah kami mendatangkan ESQ. Singkat cerita, di segment akhir ESQ, kami dibuat menangis. Sungguh semua murid kelas 9 nangis, cowok dan cewek. Akhir ESQ, kami bermaaf-maafan, saling berpelukan. Hati ku waktu itu seseek banget. Aku memeluk satu persatu sahabatku, Lisa, Nana, Etik, Lea, Ipik, Berta.. Lalu teman sekelas, juga Rina. Cukup lama kami berpelukan, di sela-sela tangisan kami. Dia minta maaf atas segalanya, aku seseek mendengar permintaan maafnya. Aku ingat dulu banyak masalah yang kami hadapi. Lalu aku duduk terkapar dan menagis tersedu-sedu. Ya Tuhan, kenapa kisah persahabatanku seperti ini? Lalu Lea mendekatiku dan memelukku, kami duduk sambil berpelukan.  Maafin aku, Ney... Itu yang diungkapkan Lea padaku, aku mengangguk sambil mengiyakan, Aku juga, Le.. kataku waktu itu..
Sungguh waktu itu pengalaman yang tak terlupakan, setelah itu, aku merasa pusing, air mata terus saja menetes. Oh God..
Ada kejadian lagi, yang mengharukan. Saat istirahat pertama, setelah makan di Mbok Bek, kami duduk melingkar bersepuluh (Aku, Lisa, Nana, Etik, Lea, Ipik, Berta, Phipi, Kiki dan Tika) sambil berpegang tangan, ada sebongkah es di telapak tangan kami.
Waktu itu, kami saling menutup mata, dan melontarkan kata-kata yang sulit dilupakan..
Jangan lupakan aku teman..
Sahabat adalah segalanya..
Dingin..
Lanjutkan..
Itu salah satu kenangan termanis yang pernah aku lakukan.
Lalu, saat perpisahan.. Berat ketika harus berpisah, nggak satu sekolah lagi.. Kami punya tujuan masing, masing. Dan di SMA, aku, Nana, Berta, Lisa, Lea, Etik, Phipi, dan Kiki yang masih jadi satu. Ipik di Smea dan Tika di Stemba.
Walau satu sekolah, kami nggak sedekat dulu. Hanya aku, Nana, Phipi dan Berta yang masih bertahan. Yang lain punya kesibukan sendiri-sendiri.
Dengan Lisa pun, kami juga jadi renggang. Padahal dari kelas 7 sampai kelas 9 aku satu kelas sama dia. Di kelas 9 aku deket banget sama Lisa, curhat sama dia, minjem uang ke dia, nonton film ke rumah dia, smsan tiap hari sama dia, bahkan aku crita tentang apapun pertama kali sama dia..
Tapi, kenapa sekarang bisa renggang gini?
Jujur aku kangen banget sama dia, sama semua sahabat-sahabat aku..
Kapan lagi kita bisa berkumpul kayak dulu? Nonton film bareng, makan bareng, ada yang ultah ngumpulin uang beli kado, kapan lagi?
Kapan bisa pergi ke rumah Ipik, curhat di ruang tamu, setelah itu makan sambal emaknya Ipik :')
Kapan foto-foto bareng di saat hujan?
Cerita-cerita horor, sampai pada jerit-jerit?
Ngomongin cowok ganteng, ngegosipin orang.
Kapan lagi, masih adakah kesempatan?
Bahkan, aku juga kangen sama Rina. Bagaimanapun, aku pernah deket sama dia selama setahun. Dialah yang baik sama aku, nunggu aku dapet angkot dulu, nganterin ke wc, ngenalin aku sama "nakita", ngasih bekal minumnya, nggambarin mata di sketsa wajahku, curhat di rumahnya sama Lisa.
Sekarang, aku masih punya sahabat, lama dan baru.
Nana, Berta, Phipi, Rahma, Arum, Cendana..  Tadi siang kami juga habis makan bareng di warung estetika. Ngobrol bareng bercanda bareng. Walau Berta tadi nggak ikut.
Aku harap persahabatanku kali ini nggak kayak dulu-dulu, kandas di tengah jalan. Aku mau persahabatanku ini abadi, aku bawa sampai mati.
Tapi, jujurrr aku kangeeen sahabatku yang dulu :'(
Sangat-sangatlah kangen, kemana kali yang dulu sobat?
Lisa, Etik, Ipik, Lea? Aku kangen kalian.. Inget nggak kita dulu dekat banget? Tapi kenapa sekarang kita jauh? Ketemu paling cuma bertegur sapa? Ada apa sama kita, guys?
Kalian mau nggak sih persahabatan kita jalan lagi?
Aku kangen kaliaaan :'( cuma sahabat yang bisa ngerti aku, selain keluargaku..
Kalau aku punya pilihan, aku bakal kembali ke masa lalu dan merubah keadaan. Nggak akan aku biarkan persahabatan kita rusak! Aku bakal ngejaga biar kita tetep bersama, guys :'(
Tapi kenyataannya sekarang, mana mungkin bisa?
Kalian tahu, sekarang aku menangis, aku menulis semua ini sambil menangis.
Betapa bodohnya kita, guys. Nggak bisa menjaga persahabatan yang indah ini!
Aku beruntung punya sahabat seperti kalian..
Kalian dulu selalu ada di saat aku sedih, senang.. Kita selalu ada di saat salah satu dari kita sedih atau senang.. :')
Tapi sekarang, hanya sebagian dari kalian, sebagian kecil.
Lisa, Etik, Ipik, Lea, aku kangen kalian..
Kapan kita bisa bersama lagi, berenam. Aku, Nana, Lisa, Etik, Berta, Ipik, Lea.. i miss you, guys! :'( really miss you.(ry)

Kenapa Cillocila?

Aku bukan kemakan iklan susu yang tokohnya cilo dan cila. Sama sekali bukan. Karena aku dapat ilham nama Cillocila itu lebih dulu daripada iklan susu itu.
Berawal saat aku kelas 9 dan pergi ke Jakarta buat Study Tour, singkat cerita sampailah di Cibaduyut. Dikasih waktu satu jam buat belanja. Gila.. Bayangin, nggak tahu medannya, cuma dikasih waktu satu jam dilepas gitu aja di Cibaduyut.
Sialnya, ada satu temen aku yang udiik banget, maksa-maksa aku buat nemenin dia nyari kaos bola buat pacarnya! Cuma punya waktu satu jam, begguk!
Akhirnya aku jalan sama temen ku yang lain, muter-muter dari satu toko ke toko yang lain. Mau beli sepatu kagak bisa milih, tas norak semua, jaket norak juga. Lemes juga waktu itu. Setengah jam cuma dapet dua kaos dan dua sendal yang alay. Kaos diery seharga 15.000 sama sendal alay banget, gambar spongebob kuning! Total 50 rb..
Trus muter-muter lagi, nemu toko boneka bagus. Dapet deh boneka beruang gedhe. Terjadilah tawar menawar antara aku dan penjual.
Aku : A
Penjual : P
A : Berapa bang?
P : 75.000 neng *abang dan eneng? --"
A : Mahal banget! 30 ribu deh *nawar yang kebangetan
P : Wah, nggak untung neng. 70 dah pas itu.
A : Mahaaal, 45 deh bang.
P : 60 neng..
A : 50 bang..
P : Iya deh!
A : *asiik!
Setelah bayar, aku denger penjual itu ngomong pake bahasa yang aku nggak tahu dari planet mana. Setelah aku translate, ternyata artinya : UNTUNG 10 RIBU, BRO!
aaaa, tidaaak. Udah seneng-seneng bisa nawar seharga 50 ribu, ternyata masih pinter si penjual. Aku manyun dan langsung pergi dari tempat itu. Sial sial..
Sampe bis, banyak yang mengagumi boneka aku. Tanya harganya berapa, aku jawab 40 ribu. Dan mereka kagum, kenapa murah banget? Rata-rata dari mereka beli boneka seharga 60 ribu.. Kena tipu deh lo pada, batinku gemes juga.
Banyak yang tanya nama bonekanya apa?
Aku jadi bingung sendiri, apa ya?
Grini, jawabku.
Kok bisa grini? tanya mereka.
Kan warnanya ijoo jawabku, dan mereka hanya melongo. Nama macam apa itu?
Singkat cerita lagi, sampai rumah aku bingung ngasih nama buat boneka ku itu. Dan dapatlah nama Cillo. Haha lucunya...
Saking senengnya dapet nama selucu dan seunyu itu, aku langsung update status : HE IS CILLO..
Dipikir-pikir, kenapa alay banget. Biarin lah.
Di sekolah, aku promosiin nama bonekaku ke temen-temen, dan mereka juga bilang lucu. Yihaaa ~LOL
Selang beberapa lama, aku beli buku diary.. Lalu aku kasih nama, apa ya? Muncullah nama Cila.
Jadilah Cillocila.
Geli geli..
Bahkan belum lama ini, ada yang tanya sama kau Ney, kok namanya cillocila sih? Di jam laptop ditulis cillo, di facebook cillocila, di twitter cillo..
Aku cuma jawab ada deeh!
Haha bangga banget deh dapet nama Cillocila. C-I-L-L-O-C-I-L-A.
Cillo double L dan Cila single L..
Kyaaaa, Kenapa Cillocila ya?.(ry)

LULUS itu Mudah, Asal...

Sebagai seorang yang pernah melaksanakan ujian nasional dua kali, aku sangat bangga. For what? Karena aku bisa melewatinya dengan lancar! Yippi :p
Buat ujian SD, aku rasa nggak ada masalah, karena anak kecil mana mungkin stres mikirin ujian? Yang ada mereka seneeeng banget, dan bakal belajar giat (pengalaman pribadi :p)
Tapi yang agak dimasalahkan adalah ujian SMP, melihat pengalaman temen-temen, aku juga, ternyata ujian SMP memberikan dampak yang dahsyat, bagi kejiwaan terutama.
Dan, aku sebagai pelajar yang bisa menakhlukkan lima susunan huruf itu, akan membeberkan rahasia sukses melewati ujian nasional. Agak lebe sih, intinya aku punya beberapa tips gimana agar kita bisa menerima selembar ijazah bertuliskan LULUS!
Baca cermat ya adek-adek *secara aku udah lulus SMP, lalu diamalkan :
  1. Berdoa, ini kunci utama. Sebagai seorang yang beragama berdoa sangat perlu dong? Minta sama Tuhan supaya kita LULUS, nggak hanya itu dapat nilai bagus juga.
  2.  Belajar, hari gini ujian nggak belajar? Mau mengandalkan keberuntungan? Lebih baik jangan, so belajarlah yang giat.
  3. Jangan terlalu paranoid memikirkan hal-hal yang buruk. Stop! Itu bukan solusi yang tepat, postink aja kita bisa melaksanakan ujian nasional dengan lancar.
  4. Jangan stres. Ini yang banyak di alami pelajar saat mendengar kata "ujian". Sebenarnya apa yang ditakutkan? Asal kita belajar, banyak berlatih dengan try out, semua beres kan? Nggak ada kata TIDAK LULUS dalam kamus orang yang rajin belajar. Survei membuktikan, bahwa pelajar yang stres memikirkan ujian akan mendapat hasil yang kurang dibanding pelajar yang santai  menghadapi ujian. Perlu bukti? Akulah orangnya*LOL. AKu nggak terlalu mikirin gimana ngerinya soal ujian, tinggal ngejalanin aja. Hasilnya? LULUS dengan nilai yang emm.. bagus :) Terus orang yang stres, setiap hari marah-marahin mama papa gara-gara gila mikirin ujian, apa coba yang terjadi, dia dapet nilai jelek :'( Makanya jangan stres. Ujian nasional itu mudah kok!
  5. Konsentrasi dan Fokus. Dua kata ini sangatlah mujarab. Tanpa mereka berdua, kita nggak akan bisa lancar mengerjakan soal juian nasional. Konsentrasi. Jangan mikir apa-apa dulu selain ujian. Buang dulu keinginan buat pacaran lah, ngegame lah, apa lah. Pokoknya belajar menjadi prioritas utama, konsentrasilah pada ujian nasional. Fokus. Dalam mengerjakan soal-soal ujian, cermartilah soal dan teliti. Kalo kita nggak fokus, nggak akan bisa cermat dan teliti. Jangan sekali-kali memikirkan hal-hal lain, selain mapel yang sedang dikerjakan. Karena otak kita bisa buyar hanya dengan setitik pikiran lain.
  6. Jaga kesehatan tubuh. Karena dalam mengerjakan soal ujian, kita harus fit dan otak kita harus fresh. Mana mungkin kita mengerjakan soal ujian dengan hidung meler, atau sebagainya?
  7. Harus ikhtiar. Buat para muslim, ada baiknya rajin salat dhuha dan puasa. Karena hati kita jadi bersih dan tentram. Dan mengerjakan soal ujian pun oke!
  8. Jangan curang! Ini yang paling berbahaya kalo kita dengan enteng melakukannya. Kita bisa ketahuan dan dikeluarkan dari ruang ujian, hanya karena berbuat curang. Contohnya: bawa HP, saling tuker-tukeran jawaban, buat contekan, dsb. Itu dosa dan nggak bermanfaat, so sebaiknya JANGAN!
  9. Minta maaf dan restu dari orang-orang di sekitar kita. Jangan anggap ini remeh. Karena dengan minta maaf, hati kita yang dulunya dihantui rasa bersalah menjadi ploong. Juga kita mendapat dukungan doa dari orang-orang terdekat. Terutama mama papa kita. Bukankah doa dari seorang ibu mujarab?
  10. Dan yang terakhir, DO THE BEST! Percaya diri bahwa kamu nggak bakal mati gila gara-gara mikirin ujian. Tegapkan badan dan berkata pada diri sendiri bahwa kamu BISA!
 Semoga apa yang diinginkan tercapai, mendapat kata LULUS dalam ijazah. Amiiiin :) Ganbatte.(ry)

Minggu, 05 Februari 2012

Ketika Sulit Menerima Bahwa Kita KALAH!

Menerima kekalahan itu emang sulit, karena harapan kita buka untuk itu. Tapi untuk menang!
Tapi, kian lama aku sadar, hidup kita itu seperti roda yang berputar.
Cukup lama juga aku memaknai perkataan itu. 
Tapi aku akhirnya sadar bahwa kehidupan kita di dunia itu berputar.
Ada kalanya kita di atas, tapi juga di bawah.
Emang lebih enak ada di atas, merasakan kebahagiaan.
Tapi, kita juga harus merasakan bagaimana hidup tertindas!
Hidup saat kita merasakan kekalahan itu memang bukan akhir dari segalanya, tapi tak ada salahnya kan kalau kia sebagai manusia mengeluh?
Kenapa disatu sisi kita congak dengan masa kejayaan kita, tapi di sisi lain harus sengsara menerima masa terpuruk?
Dapatkah kita meminta masa tertindasnya kita itu cepat berganti dengan masa kejayaan?
Akhirnya aku bertanya, kapan masa-masa itu berganti?
Apakah secepat jarum jam yang dengan pastinya memutari poros jam?
Atau selama bumi yang dengan setia berevolusi ke matahari?
Kita tak tahu pasti..
Karena kita memang tidak diperkenankan untuk tahu.
Itu rahasia.
Tentu saja rahasia Tuhan.
Tetapi mengapa terlalu sulit dirasakan, sehingga aku menganggap itu sesuat yang kejam?
Aku tak mengatakan Tuhan kejam, hanya saja rahasia-Nya yang membuatku seakan sesak menerima kanyataan.
Aku harus ingat, bahwa aku hanya boneka kecil-Nya.
Sangat kecil, hingga tak bisa berbuat apa-apa.
Hanya bisa duduk pasrah menerima takdir.
Aku memang serba tidak tahu.
Karena banyak rahasia Tuhan yang terlalu sulit untuk aku gapai.(ry)