Pernah ngrasain hal yang menyedihkan? Jujur pernah..
Tau nggak, ngomongin tentang sahabat nggak ada habisnya.
Aku ngerasa menjadi orang yang paling beruntung, punya sahabat-sahabat seperti sahabatku sekarang..
Kami selalu bersama, di sekolah, perjalanan pulang, makan, maen..
Tapi emang nggak selamanya sahabat itu indah..
Sampai sekarang ini, banyak alasan kenapa, sahabat-sahabatku menghilang.
Bukan makna sebenarnya, mereka.. tak lagi dekat, renggang seperti bongkahan es yang saling menjauh terbawa arus.
Ya, begitulah mereka, terbawa arus..
Bingung mulai dari mana, tapi akan aku coba menguraikannya.
Awal masuk SMP, aku sama sekali tak punya teman yang dikenal. Di kelas mencoba akrab dengan siapa saja,tapi hanya ada dua orang yang, well menyenangkan.. Tika dan Uzy. Satu tahun itu kami sangat dekat. Pulang, pergi makan ke kedai, bertiga curhat bareng.
Sampai kenaikan kelas 8, kami bertiga pisah kelas, tapi masih saling komunikasi. Pertengahan tahun, kami mulai renggang, kami punya kehidupan sendiri-sendiri. Uzy dan Tika sudah punya sahabat lain, begitu juga aku.
Di kelas, aku dekat dengan lima orang. Kiki, Lisa, Adit, Rina, dan Berta. Kami berenam selalu bersama.. Aku ingat saat kami pergi ke rumah Adit, maen di kolam depan rumah, foto bareng kerbau, minta difotoin adeknya Adit, cerita-cerita horor.. Rasanya indah banget.. Dapet tugas kelompok selalu berenam..
Tapi ada suatu kejadian yang membuat persahabatan kami renggang, terlalu sulit untuk diceritakan.
Tapi ada suatu kejadian yang membuat persahabatan kami renggang, terlalu sulit untuk diceritakan.
Dan di kelas 9, aku punya sahabat baru lagi, dan yang dulu menghilang lagi :'(
Di kelas 9, aku sekelas sama Tika lagi. Tapi kami nggak sedeket dulu lagi. Tika jadi deket sama Kiki, Phipi, dan Berta. Sedangkan aku deket sama Lisa, Nana, Dita/Etik, Fiky/Ipik, dan Lea. Kami berjumlah enam lagi..
Di kelas aku duduk paling belakang bersama Lisa dan depan kami Nana bersama Etik. Kami berempat lebih deket daripada dengan Ipik dan Lea karena mereka berdua duduk di barasan terdepan.
Tapi, setiap ada tugas kelompok kami selalu berenam.
Aku paling ingat moment ini, saat Lea punya ide tentang sesuatu dan diungkapin ke aku, Lisa, Etik dan Ipik, kami setuju. Ngasih kado Nana, sepatu dan tas. Aku paling suka hal-hal seperti ini, hal-hal yang menyenangkan tentang persahabatan, bukannya tentang persahabatan yang berubah menjadi permusuhan.
Detik-detik menjelang ujian, sekolah kami mendatangkan ESQ. Singkat cerita, di segment akhir ESQ, kami dibuat menangis. Sungguh semua murid kelas 9 nangis, cowok dan cewek. Akhir ESQ, kami bermaaf-maafan, saling berpelukan. Hati ku waktu itu seseek banget. Aku memeluk satu persatu sahabatku, Lisa, Nana, Etik, Lea, Ipik, Berta.. Lalu teman sekelas, juga Rina. Cukup lama kami berpelukan, di sela-sela tangisan kami. Dia minta maaf atas segalanya, aku seseek mendengar permintaan maafnya. Aku ingat dulu banyak masalah yang kami hadapi. Lalu aku duduk terkapar dan menagis tersedu-sedu. Ya Tuhan, kenapa kisah persahabatanku seperti ini? Lalu Lea mendekatiku dan memelukku, kami duduk sambil berpelukan. Maafin aku, Ney... Itu yang diungkapkan Lea padaku, aku mengangguk sambil mengiyakan, Aku juga, Le.. kataku waktu itu..
Sungguh waktu itu pengalaman yang tak terlupakan, setelah itu, aku merasa pusing, air mata terus saja menetes. Oh God..
Ada kejadian lagi, yang mengharukan. Saat istirahat pertama, setelah makan di Mbok Bek, kami duduk melingkar bersepuluh (Aku, Lisa, Nana, Etik, Lea, Ipik, Berta, Phipi, Kiki dan Tika) sambil berpegang tangan, ada sebongkah es di telapak tangan kami.
Waktu itu, kami saling menutup mata, dan melontarkan kata-kata yang sulit dilupakan..
Jangan lupakan aku teman..
Sahabat adalah segalanya..
Dingin..
Lanjutkan..
Itu salah satu kenangan termanis yang pernah aku lakukan.
Lalu, saat perpisahan.. Berat ketika harus berpisah, nggak satu sekolah lagi.. Kami punya tujuan masing, masing. Dan di SMA, aku, Nana, Berta, Lisa, Lea, Etik, Phipi, dan Kiki yang masih jadi satu. Ipik di Smea dan Tika di Stemba.
Walau satu sekolah, kami nggak sedekat dulu. Hanya aku, Nana, Phipi dan Berta yang masih bertahan. Yang lain punya kesibukan sendiri-sendiri.
Dengan Lisa pun, kami juga jadi renggang. Padahal dari kelas 7 sampai kelas 9 aku satu kelas sama dia. Di kelas 9 aku deket banget sama Lisa, curhat sama dia, minjem uang ke dia, nonton film ke rumah dia, smsan tiap hari sama dia, bahkan aku crita tentang apapun pertama kali sama dia..
Tapi, kenapa sekarang bisa renggang gini?
Jujur aku kangen banget sama dia, sama semua sahabat-sahabat aku..
Kapan lagi kita bisa berkumpul kayak dulu? Nonton film bareng, makan bareng, ada yang ultah ngumpulin uang beli kado, kapan lagi?
Kapan bisa pergi ke rumah Ipik, curhat di ruang tamu, setelah itu makan sambal emaknya Ipik :')
Kapan foto-foto bareng di saat hujan?
Cerita-cerita horor, sampai pada jerit-jerit?
Ngomongin cowok ganteng, ngegosipin orang.
Kapan lagi, masih adakah kesempatan?
Bahkan, aku juga kangen sama Rina. Bagaimanapun, aku pernah deket sama dia selama setahun. Dialah yang baik sama aku, nunggu aku dapet angkot dulu, nganterin ke wc, ngenalin aku sama "nakita", ngasih bekal minumnya, nggambarin mata di sketsa wajahku, curhat di rumahnya sama Lisa.
Sekarang, aku masih punya sahabat, lama dan baru.
Nana, Berta, Phipi, Rahma, Arum, Cendana.. Tadi siang kami juga habis makan bareng di warung estetika. Ngobrol bareng bercanda bareng. Walau Berta tadi nggak ikut.
Aku harap persahabatanku kali ini nggak kayak dulu-dulu, kandas di tengah jalan. Aku mau persahabatanku ini abadi, aku bawa sampai mati.
Tapi, jujurrr aku kangeeen sahabatku yang dulu :'(
Sangat-sangatlah kangen, kemana kali yang dulu sobat?
Lisa, Etik, Ipik, Lea? Aku kangen kalian.. Inget nggak kita dulu dekat banget? Tapi kenapa sekarang kita jauh? Ketemu paling cuma bertegur sapa? Ada apa sama kita, guys?
Kalian mau nggak sih persahabatan kita jalan lagi?
Aku kangen kaliaaan :'( cuma sahabat yang bisa ngerti aku, selain keluargaku..
Kalau aku punya pilihan, aku bakal kembali ke masa lalu dan merubah keadaan. Nggak akan aku biarkan persahabatan kita rusak! Aku bakal ngejaga biar kita tetep bersama, guys :'(
Tapi kenyataannya sekarang, mana mungkin bisa?
Kalian tahu, sekarang aku menangis, aku menulis semua ini sambil menangis.
Betapa bodohnya kita, guys. Nggak bisa menjaga persahabatan yang indah ini!
Aku beruntung punya sahabat seperti kalian..
Kalian dulu selalu ada di saat aku sedih, senang.. Kita selalu ada di saat salah satu dari kita sedih atau senang.. :')
Tapi sekarang, hanya sebagian dari kalian, sebagian kecil.
Lisa, Etik, Ipik, Lea, aku kangen kalian..
Kapan kita bisa bersama lagi, berenam. Aku, Nana, Lisa, Etik, Berta, Ipik, Lea.. i miss you, guys! :'( really miss you.(ry)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar